OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,654 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Menjadi Dewasa Sebelum Tua

Posted by zulqarnain pada Agustus 3, 2014


sosiologi-budaya

Kebanyakan dari mereka yang mulai bertambah umurnya masih belum bisa memposisikan dirinya sebagai seseorang yang berfikiran dewasa. Dewasa sendiri memiliki pengertian sesuatu yang tumbuh menjadi lebih berisi & memiliki kematangan sedangkan kedewasaan adalah cara berfikir atau berpola dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih matang ataupun memiliki sikap bijaksana serta amanah.

Dalam pandangan kebanyakan masyrakat luas mereka yang di sebut dewasa adalah mereka yang memiliki umur genap atau sudah akhir balik (mimpi basah/keluarnya sperma & menstruasi untuk wanita). Itu semua bila ditinjau dari takaran kondisi biologis & Bagaimana jika ditinjau dari segi cara atau prilakunya dalam berinteraksi ataupun bersosialisasi?, inilah yang sulit terkadang kita menilai seseorang tersebut dapat berfikir dewasa atau memiliki sikap kedewasaan. Kita hanya mampu menilai jika sudah bergaul ataupun sudah terjalinnya komunikasi.

Bahkan ada beberapa perkatan bijak yang mengatakan “Menjadi tua itu pasti namun berfikir atau berprilaku dewasa itu belum pasti“,  seperti yang kita ketahui bahwa semakin bertambahnya umur kita akan menginjak masa penua-an atau menjadi tua (kondisi tubuh akan menjadi lemah / perubahan anggota tubuh ataupun panca indera). Namun tahukah kita peran kedewasaan saat ini adalah perlu sekali sebagai barometer dalam pengendalian diri & menjadi seseorang yang bermanfaat.

Track Record selama kita hidup di bumi Sang Khaliq ini akan selalu dikenang baik itu oleh orang terdekat kita seperti keluarga, anak & istri maupun orang lain yang pernah mengenal kita. Jangan pernah meninggalkan jejak yang kurang baik apalagi sampai buruk karena hal itu akan terkenang sampai kita pun tiada hidup lagi di dunia ini selama orang yang mangenal kita masih hidup.

Perbanyaklah amalan yang baik & berinteraksilah sebaik-baiknya interaksi. Nantinya pun kita tahu manfaat / faedahnya dari itu semua walaupun bukan saat itu juga kita rasakan melainkan lain waktu yang kita tidak tahu kapan waktu tersebut. Yang jelas sikap kedewasaan akan membangun budaya hidup & bersosialisasi dalam masyarakat akan menjadi lebih baik yang memiliki cermina makhluk yang agamis. Akhir kata diri sendiri sadar bahwa semua itu perlu pembelajaran & perlu guru/pembimbing dalam menuju pencapaian arti kedewasaan karena itu diri pribadi mengajak pembaca untuk mulai sadar menyadarkan diri sendiri untuk berbuat yang lebih baik bagi diri sendiri, orang yang dicintai serta orang lain.

“Budayakan meninggalkan jejak yang baik & bermanfaat buat sesama.

Zulqarnain | Blogger partisipan | Balikpapan

Artikel ini telah di publish pada :

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/08/03/menjadi-dewasa-sebelum-tua-677714.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: