OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,654 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Disaster Recovery System (Sistem Pemulihan Bencana)

Posted by zulqarnain pada Juli 21, 2014


computer-backup

Disaster Recovery System / DSR adalah suatu bentuk upaya pencegahan dalam mengantisipasi dari kerusakan yang di sebabkan oleh bencana atau hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. System ini diterapkan kepada mereka yang benar-benar mengetahui dampak akibat yang ditimbulkan oleh bencana yang terjadi secara tiba-tiba & menyebabkan kerusakan infrastruktur maupun system. Siapa yang dapat memprediksi sebuah bencana alam akan terjadi ?, yang hanya bisa dilakukan adalah bagaimana cara pemulihan ketika telah terjadi bencana. Contoh dari beberapa bencana adalah :

1. Bencana alam oleh kondisi alam. (geografis & geologis)

2. Bencana kebakaran oleh faktor lingkungan & mungkin juga disebabkan oleh elektrikal.

3. Human Error karena kesahan dalam melakukan prosedure operasional.

4. System yang crash karena corrupt, bug atau serangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

5. Dan masih banyak lagi bencana lainnya.

Apa yang perlu dilakukan untuk secepatnya dapat memulihkan atas terjadinya bencana ?

Selamatkan aset berharga secepat atau sedini mungkin seperti data & infomasi. Karena itu adalah ujung tombak dari perusahaan dari nol sampai menjadi maju.

Bagaimana caranya ?

Caranya adalah melakukan konsep Replikasi data yang memungkinkan menjadikan salinan / backup keseluruhan data maupun system, dengan cara menggunakan dua metode :

 Mode Replikasi Synchronous

Mode replikasi sinkron memungkinkan pertukaran data secara real-time sehingga kesinkronan suatu data akan terjaga, dimana saat ada transaksi operasional yang sedang menulis sesuatu ke disk sumber, maka saat yang bersamaan penulisan juga dilakukan terhadap disk target yang ada di lokasi remote. Keseluruhan proses penulisan pada disk sumber dan disk target harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi operasional selanjutnya dan diberi acknowledge untuk keduanya jika telah selesai. Pada mode replikasi ini, kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan. Selain itu jarak antara disk sumber dan disk target juga menjadi prasyarat utama, bahwa pihak yang terlibat dalam mode replikasi ini harus berjarak < 100km antara keduanya. Keuntungan dari mode replikasi ini adalah menyediakan recovery yang konsisten dan lengkap untuk semua jangka waktu.

 Mode Replikasi Asynchronous

Mode replikasi asinkron memungkinkan pertukaran data secara buffering dalam artian bahwa data akan diletakkan dalam sebuah ‘penampung sementara terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk target. Data yang direplikasi ke disk target tidak membutuhkan acknowledgement agar penulisan transaksi operasional pada disk sumber dapat berlangsung kembali. Sehingga mode replikasi ini tidak menjamin kesinkronan suatu data pada dua pihak yang terlibat karena jika suatu saat terjadi crash pada salah satu pihak dan data belum sempat direplikasi maka data yang terdapat pada kedua pihak tidak bisa dikatakan sebagai sebuah data yang sinkron. Walaupun hal ini dapat meningkatkan performansi sistem, namun lebih memiliki banyak risiko. Jika hal ini terjadi maka recovery yang cukup rumit dilakukan (namun tidak menjamin data hasil recovery adalah data yang benar dan konsisten karena ada kemungkinan hilangnya beberapa data). Keuntungan dari mode replikasi ini adalah efektivitas biaya.

Gambar Illustrasi :

DisasterRecovery-2

 

Selain itu, berdasarkan tempat dimana proses replikasi berjalan, dapat ditentukan tipe replikasi yang cocok untuk kebutuhan bisnis perusahaan, yaitu:

  1. Database to Database

Proses replikasi berlangsung pada server basis data. Satu server basis data akan bertindak sebagai master dan kemudian ada beberapa server basis data sebagai slave yang menyimpan kopi dari basis data tersebut. Ketika terjadi proses penulisan pada basis data maka akan terjadi penulisan tersebut akan segera dikirim ke basis data master yang kemudian akan direplikasi oleh server basis data yang bersifat slave. Ketika dilakukan proses pembacaan pada basis data, maka dapat dilakukan terhadap semua server basis data yang tersedia, hal ini tentu saja akan meningkatkan performansi sistem basis data terkait dengan load sharing. Keunggulan lain dari replikasi basis data adalah tingkat availabilitas yang tinggi, karena ketika terjadi crash terhadap server master basis data, server slave basis data dapat mengambil alih pekerjaan server master.

2. Host to Host

Disebut juga sebagai replikasi yang processor-based. Proses replikasi berjalan pada sistem sumber dan target. Oleh karenanya, sangat mungkin terjadi perselisihan antara sistem sumber dan target saat berlangsung proses replikasi. Hal ini terjadi karena agen yang berjalan pada masing-masing sistem dalam menjalankan proses tracking perubahan data dan replikasi data, jalur yang dilakukan adalah melalui koneksi IP. Replikasi data mode ini berjalan pada level aplikasi atau level OS. Host-to-host merupakan mode replikasi yang paling umum diimplementasikan karena merupakan solusi software. Replikasi host-to-host memanfaatkan sumber daya pada server sumber dan target yang akan berdampak pada performansi, kemudian mensyaratkan bahwa sistem yang berada di lokasi remote harus selalu dalam keadaan up sepanjang waktu. Keuntungan yang signifikan dari mode replikasi ini adalah storage agnostic, yang berarti bahwa dapat dilakukan pen-deployan tanpa memperhatikan tipe storage yang digunakan (internal, eksternal, SAN atau NAS).

3. Disk to Disk

Replikasi mode disk-to-disk berjalan pada perangkat eksternal storage seperti SAN atau NAS. Mode replikasi ini secara normal diimplementasikan pada vendor-vendor disk array seperti EMC, Hitachi, IBM, HP dan lainnya. Setiap vendor akan menyediakan aplikasi software yang cocok dengan array storage masing-masing vendor.Kebanyakan disk array menggunakan koneksi fibre channel, sehingga router storage diperlukan untuk meningkatkan kemampuan koneksi melalui link WAN. Replikasi disk-to-disk memanfaatkan sumber daya dari perangkat eksternal storage dan bersifat transparan ke host. Karena proses replikasi berjalan pada perangkat storage, maka host yang menjadi target tujuan tidak diperlukan lagi.

Disaster Recovery Planning (DRP)

Disaster Recovery Planning (DRP) adalah rencana yang fokus pada sistem teknologi informasi yang diterapkan pada data center untuk memperbaiki operabilitas sistem target, aplikasi, dan fasilitas komputer dilokasi alternatif dalam kondisi darurat.

Business Continuity Plan (BCP)

Business Continuity Plan (BCP) adalah rencana yang fokus untuk mempertahankan kelangsungan fungsi bisnis saat gangguan terjadi dan sesudahnya sehingga dapat meminimalisasi kerugian yang diakibatkan oleg bencana.

“Sebagaimana yang diketahui tidak ada suatu kondisi satu pun yang sangat aman di dalamnya semua pasti ada resikonya. Karena itu perlu diterapkan DRS ini ketika telah membangun system.”

Refrensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemulihan_bencana

|Zulqarnain|

Kupersembahkan tulisan ini untuk istri tercintaku Septi_Handini

“writing in the month of fasting”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: