OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,654 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Debugging

Posted by zulqarnain pada Juli 16, 2014


bugs

Sebelumnya :

– Pernah mengalami aplikasi tidak berjalan normal ?

– Pernah mengalami device terpakai tetapi tidak dapat terbaca oleh system sebagaimana mestinya?

– Pernah mengalami load processor terbaca tinggi & menghabiskan resources system ketika hendak menjalankan sebuah aplikasi ?

Semua pertanyaan tersebut dapat disebabkan oleh yang namanya bug / terdapat celah yang dapat merusak atau mengganggu kinerja perangkat atau system. Karena itu biasanya dari pihak developer/pengembang/programming melakukan tester/uji coba kehandalan dari perangkat/aplikasi/system yang mereka buat sebelum benar-benar di release ke pasar/market. Proses pengetesan tersebut sering disebut dengan “Debugging”. Yang memiliki arti :

Debugging adalah sebuah metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug, atau kerusakan di dalam sebuah program komputer atau perangkat keras sehingga perangkat tersebut bekerja sesuai dengan harapan. Debugging cenderung lebih rumit ketika beberapa subsistem lainnya terikat dengan ketat dengannya, mengingat sebuah perubahan di satu sisi, mungkin dapat menyebabkan munculnya bug lain di dalam subsistem lainnya.

Proses dari debugging sendiri akan memberikan suatu koreksi/solusi untuk perbaikan yang nantinya dapat mengurangi ataupun menghilangkan permasalahan yang terjadi. Metode-metode yang dapat dilakukan dalam proses debugging ini adalah :

1. Brute Force/Hard tester.

Dalam metode pendekatan kali ini system/perangkat akan tetap terus berjalan dengan melihat sampai sedalam mana kesalahan/error tersebut akan ataupun terjadi & dalam waktu bersamaan akan di kirim hambatan/kode-kode test yang sengaja dilakukan sebagai tolak ukur dari ketahanan system. System benar-benar bekerja ekstra sampai terlihat problem error & barulah dilakukan perbaikan.  Cara ini sangat efisien sekali untuk lebih cepat mengetahui kesalahan dari system / perangkat.

2. Tinjau ulang / Back Tracking.

Dalam metode ini proses debugging dilakukan dengan cara menelusuri satu persatu bagian perbagian untuk mencari kesalahan namun cara ini akan sangat tidak efesien jika dalam jumlah banyak sumbernya dan saling tekait.

3. Eliminasi

Mencari data-data pendukung penyebab terjadinya kesalahan system/perangkat kemudian dikumpulkan & setelah itu dibuat hipotesisnya sekaligus dengan daftar apa saja yang jadi penyebabnya. Setelah di dapat hasil maka dilakukan tahap isolasi dari beberapa potensi yang menyebabkan terjadi kerusakan pada system tersebut.

Debugging sendiri terkadang juga dilakukan oleh end user seperti halnya pada peluncuran aplikasi atau Operating System yang diberi kode “Beta test”, dan dari hasil testing yang dilakukan oleh end user/publik apabila ditemukan kerusakan system maka akan di laporkan ke pihak pengembang melalui official support mereka dalam bentuk layanan virtual atau langsung. Cara ini juga lebih efektif karena tujuan pembuatannya adalah untuk end user / konsumen.

Quote :

“Tidak ada sistem yang sempurna karena kesempurnaan adalah milik Sang Khaliq.”

Zulqarnain | Balikpapan | Ramadhan

 

Satu Tanggapan to “Debugging”

  1. […] Debugging […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: