OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,654 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Looping Network Problem

Posted by zulqarnain pada Juni 20, 2014


Illustrasi :

illustrasi looping

Looping merupakan salah satu problem terbesar dalam jaringan komputer dimana semua perangkat/device tidak dapat di akses atau tidak sampainya distribusi paket data ke alamat tujuan yang mengakibatkan paket data hanya berputar dalam lingkup jaringan & menjadi problem panic ketika jumlah perangkat yang di tangani dalam skala besar.

Terlihat pada illustrasi gambar bahwa paket yang telah di  kirim dari comp A ke comp B terjadi broadcast pengiriman data dari switch A menuju Switch B & D, ketika comp B menerima & melanjutkan kembali mereply jalur yang di kirimkan akan terjadi duplikasi antara switch B & D. Dan pada akhirnya looping akan terjadi terus menerus hingga membanjiri paket yang sama dalam jalur data (full bandwidth).

Apa saja yang menyebabkan Looping terjadi :

1. Kesalahan terbesar adalah dalam mendesain topologi network yang tidak tepat guna.

2. Perangkat yang dipakai tidak disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Lost monitoring terhadap perangkat atau kegiatan user yang sedang berlangsung atau existing.

4. Controlling yang kurang terhadap pergerakan, kebutuhan & perkembangan pada jaringan yang telah berjalan.

=======================================

Ciri-ciri terjadi Looping :

1. Komunikasi atau pengiriman paket data terganggu.

2. Bayak paket data yang hilang.

3. Latency paket data menjadi besar.

4. Indikator LAN pada perangkat seperti switch/hub abnormal (blinked abnormally)

=======================================

Pencegahan :

1. Menggunakan perangkat yang sesuai dengan desain topology network.

2. Memfilter semua paket in/out dengan memberi skala priority biasanya menggunakan switch yang manageable (Like Cisco, Huawei etc).

3. Membikin jadwal rutin pengecekkan jaringan baik secara fisik maupun system.

4. Memonitoring paket in/out untuk mengetahui kebutuhan jalur data yang diperlukan.

5. Jika diperlukan lakukan gorund test link secara berkala dengan mendistribusikan problem seputar network (broadcasting packet, scanning hole system & duplikasi data) dimana kemungkinan-kemungkinan tersebut dapat terjadi & sedini mungkin membuat langkah-langkah preventif/perbaikannya.

 

=== Zulqarnain ===

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: