OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,566 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Perbanyak Pengalaman Hidup (PPH)

Posted by zulqarnain pada Agustus 29, 2013


experience

PPH (Perbanyak Pengalaman Hidup) akan sangat membantu buat siapa saja yang ingin meraih namanya pencapaian hidup. TIdak harus di dapat dari bangku formal justru banyak di dapat di tempat yang non-formal semisal berdiskusi dengan ahlinya, media internet, sosial networking, mencoba hal baru, mengimplementasikan ide yang belum terlaksana & lain sebagainya. Intinya PPH dapat memperkaya wawasan, menambah kepercayaan diri & membuat nilai tambah pada diri sendiri untuk bisa survive dalam derasnya arus kehidupan ini dengan harapan bisa menjadi barometer untuk melangkah dengan penuh keyakinan dalam meniti hari demi hari. Untuk memula PPH tidak sulit cukup dari lingkungan sekitar kita. Di mulai dengan slogan pertanyaan “Apakah hari ini kita sudah berbagi atau berkontribusi yang baik bagi lingkungan sekitar kita?”, pasti beragam jawabannya & masih juga ada yang masih pikir2x sampai bingung sendiri untuk menjawabnya. Tidak perlu khawatir karena untuk melakukannya tidak harus dengan materi atau memberikan sesuatu dengan nilai yang harus mahal seperti satu hal kecil namun banyak memberi pengaruh dengan cara memberikan senyum manis & tegur sapa dengan penuh rasa keikhlasan itupun sudah membawa pengaruh besar dalam memulai aktifitas mengawali PPH. Jangan menunggu sampai semuanya terlaksana tetapi bagaimana cara kita memulainya (sebuah proses menuju pencapian).

Pikirkan & buatlah daftar harapan yang di inginkan dari PPH. Pastinya yang diharapakan adalah sebuah informasi yang berharga untuk menambah pengetahuan dalam membantu mencapai apa yang kita inginkan. Tetapi perlu di ingat dalam PPH kita harus memiliki bekal yang kuat dalam diri kita sebagai filter yang membuat segala informasi di pastikan aman untuk di cerna & di pelajari serta di implementasikan nantinya. Jangan sampe hal-hal yang negatif terikut dalam proses PPH. Mungkin Bekal di sini adalah sebuah keimanan & ketaqwaan kepada Sang Khaliq. Jangan sampai menjadi “buta & tuli” terhadap apa yang sudah di dapatkan (kufur nikmat) karena sudah merasa memiliki kasanah ilmu atau informasi yang banyak di dapat. Karena tanpa kita bersyukur semua yang di dapat sia-sia karena kita tidak akan pernah menghargai diri kita sendiri bahkan dapat menzhalimi diri sendiri karena tidak memberi kesempatan untuk menyegarkan roh yang sudah mendapatkan banyak hal yang sudah dipelajari, Selain kebutuhan jasmani tubuh ini juga membutuhkan suplemen dalam kebutuhan rohani.

PPH mengajarkan kepada kita untuk bagaimana menghargai lingkungan sekitar, membantu sesama & tanggap dalam berbagai situasi serta kondisi. Akan banyak ide yang terlahir bilamana dalam PPH dilakukan dengan hal-hal yang baik. Akan terus berkarya bagi mereka yang selalu melakukan PPH tanpa di sadari karena akan terus di tuntut berfikir dalam belajar mencari solusi, memberikan ide & menerapkan apa yang sudah di dapat dengan cara yang berbeda. Sungguh luas ilmu yang diberikan oleh-Nya & sungguh merugi bagi mereka yang tidak mau mencari atau menuntut ilmu yang telah diberikan atau disediakan oleh-Nya.

Mudahan tidak di kategorikan sebagai orang merugi melainkan sebalikanya.

@Balikpapan

Motivasi buat diri pribadi & yang ingin belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: