OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,654 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Dasar Elektronika (Post II)

Posted by zulqarnain pada Maret 18, 2011


### Konsep Dasar ###


Untuk bisa memahami konsep elektronika sebelumnya kita harus tahu teori dasarnya untuk di implementasikan. Teori tersebut di dasarkan atas sebuah penelitian oleh sang penemunya dan di jadikan acuan atau hukum sebagai pedoman dalam pengembangan sebuah rangkaian arus listrik pada sebuah komponen.

Adapun bunyi hukum tersebut lebih dikenal dengan bunyi hukum Kirchoff  & Hukum Ohm.

# Hukum Khirchoff.

HUKUM KIRCHOFF  I (source : alljabbar.wordpress.com)

Di pertengahan abad 19 Gustav Robert Kirchoff (1824 – 1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian di kenal dengan Hukum Kirchoff. Hukum ini berbunyi :

“ Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan”.

Yang kemudian di kenal sebagai hukum Kirchoff I.

Kuat Arus memiliki simbol (I) dengan satuan (A) Ampere.

* Secara matematis dinyatakan dengan Rumus :

* Bila digambarkan dalam bentuk rangkaian bercabang maka akan diperoleh gambaran sebagai berikut :

I masuk = I1+I2+I3

* Illustrasi apabila Arus Listrik memilik jumlah muatan dalam setiap arusnya :

Diketahui jumlah Arus yang masuk (I1) = 10 A dimana arus tersebut akan melalui sebuah percabangan pada rangkaian dimana I1 = 3 A, I2 = 2 A & I3 = … A.  Berapakah nilai atau jumlah besarnya muatan pada I3 bilamana kita memkai hukum Khirchoff I sebagai acuannya ???

Bila merujuk pada hukum Khirchoff I maka di dapat Rumus :

Imasuk = I keluar

Imasuk = I1+I2+I3+….+In

Imasuk = 10 A (Imasuk)

I masuk = I1+I2+I3, dimana I1=3A, I2=2A & I3=…. A

Imasuk= I1+I2+I3

10    = 3 + 2 + I3

10    = 5 +I3

I3     = 10 – 5

I3     = 5A

maka di dapat untuk hasil I3 = 5 A, karena bilamana ditambahkan dengan I1, I2 & I3 di peroleh jumlah yang sebanding dengan Imasuk. Demikian illustrasi atau penerapan hukum Khirchoff I pada suatu rangkaian arus listrik.

# HUKUM KIRCHOFF II (source : wahab.blog.dada.net)

Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2, setelah yang diatas dijelaskan tentang hukum beliau yang ke 1. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup).

Perhatikan gambar berikut!

Hukum Kirchoff 2 berbunyi :
” Dalam rangkaian tertutup, Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol”.
Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap.

Dari gambar diatas kuat arus yang mengalir dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa aturan sebagai berikut :

  • Tentukan arah putaran arusnya untuk masing-masing loop.
  • Arus yang searah dengan arah perumpamaan dianggap positif.
  • Arus yang mengalir dari kutub negatif ke kutup positif di dalam elemen dianggap positif.
  • Pada loop dari satu titik cabang ke titik cabang berikutnya kuat arusnya sama.
  • Jika hasil perhitungan kuat arus positif maka arah perumpamaannya benar, bila negatif berarti arah arus berlawanan dengan arah pada perumpamaan.

* Illustrasi Rangkaian :


Masih dari gambar di atas bila diketahui :

E1 = 10 V dan r1 = 0,2 ohm

E2 = 12 V dan r2 = 0,25 ohm

R1 = 0,3 ohm

R2 = 1,5 ohm

R3 = 0,5 ohm

maka tentukan besar dan arah kuat arus yang mengalir melalui tiap cabang (tentukanah I1, I2 dan I3)

Loop I :

I1R1+I3R2-E1=0

0,3I1+1,5I2-10=0

0,3I1+1,5I2=10 (Persamaan 1)

Loop II :

I2R3+I3R2-E2=0

0,5I2+1,5I3-12=0

0,5I2+1,5(I1+I2)=12

1,5I1+2I2=12 (Persamaan 2)

Eliminasikan :

Loop I   :  0,3 I1 + 1,5 I2 = 10 |x 4| 0,12 I1 + 6 I2 =40

Loop II :  1,5 I1 + 2 I2     = 12  |x 3| 4,5 I1 + 6 I2 = 36

________________________________________  (-)

–  4,38 I1 = 14

I1=14/-4,38 = – 3,2 A

Subtitusikan :

Loop I : 1,5 I1 + 2 I2 =12

1,5 (- 3,2) + 2 I2 = 12

– 4,8+2I2  = 12

2I2  = 12 +4,8

2I2 = 16,2

I2 = 16,2 / 2 = 8,1 A

Kombinasikan :

I3 = I1 + I2

= – 3,2 + 8,1

= 5,1 A

Maka di dapat besaran Kuat Arus untuk I3 = 5,1 A (searah) , I1 = – 3,2 A (terbalik) & I2 = 8,1 A (Searah).

Mudahan dapat di pahami🙂

Hukum selanjutnya adalah hukum yang masih berkenaan dalam arus listrik namun lebih menitik beratkan pada perbandingan jumlah arus listrik dengan beda potensial di dalam sebuah suhu tetap yakni :

Hukum Ohm (source : ebooks.lib.unair.ac.id)

# Hukum Ohm

Yang menyatakan bahwa :

” Besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor.”

Berkas:Ohms law voltage source.svg

V = I R

I = V /R

* HUKUM OHM UNTUK RANGKAIAN TERTUTUP

n = banyak elemen yang disusun seri

E = ggl (volt)

rd = hambatan dalam elemen

R = hambatan luar

p = banyaknya elemen yang disusun paralel

RANGKAIAN HAMBATAN DISUSUN SERI DAN PARALEL

SERI

R = R1 + R2 + R3 + …

V = V1 + V2 + V3 + …

I = I1 = I2 = I3 = …

PARALEL 

R= R1+ R2+ R3

V = V1 = V2 = V3 = …

I = I1 + I2 + I3 + …

#ENERGI DAN DAYA LISTRIK

ENERGI LISTRIK(W)

adalah energi yang dipakai (terserap) oleh hambatan R.

W = V I t = V²t/R = I²Rt

Joule = Watt.detik
KWH = Kilo.Watt.jam

# DAYA LISTRIK (P)

adalah energi listrik yang terpakai setiap detik.

P = W/t = V I = V²/R = I²R

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama

http://fisikarudy.com

http://basicsphysics.blogspot.com/

http://merlina900301.files.wordpress.com

Moga Bermanfaat…………

to be continue……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: