OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,639 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Korban Idul Fitri 1431 H / 2010 M di Istana Presiden

Posted by zulqarnain pada September 12, 2010


Tepatnya kejadian ini terjadi pada saat hari lebaran pertama (10-09-2010), pada saat Presiden ( Susilo Bambang Yudoyono/ SBY) memberi kesempatan kepada semua rakyatnya untuk bisa melakukan lawatan ke istana negara yang biasa disebut dengan Open House di hari raya Idul Fitri. Namun open house kali ini memakan korban dikarenakan banyaknya antusias warga Indonesia yang ingin datang untuk bisa mengikuti acara open house tersebut, berikut seperti di kutip dalam Vivanews :

VIVAnews – Joni Malela, 45, barangkali tak pernah menyangka sebelumnya, bahwa dirinya bakal menemui ajal di Hari Raya Idul Fitri. Alih-alih mendapat uang Rp100 ribu, pria tunanetra asal Garut ini malah merengang nyawa saat mengantre di Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penyebab tewasnya Joni sebetulnya belum dapat dipastikan secara medis. Sebab, dokter hanya memeriksa bagian luar tubuhnya. Dokter forensik RSCM, Wibisana Widyatmaka menyebutkan, tidak ada luka akibat kekerasan. “Dari hasil pemeriksaan dari kepala hingga kaki, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ungkapnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Namun, yang bisa dipastikan, berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih usai melihat kondisi jenazah, Joni tewas bukan karena terinjak atau akibat kekerasan. “Sudah dilakukan pemeriksaan luar dan tidak dijumpai ada tanda-tanda kekerasan atau diinjak-injak,” kata Endang.

Dalam keterangan persnya, Endang menyatakan, tim forensik siap jika keluarga bersedia untuk melakukan otopsi. Namun, Euis Rusmiati, istri Joni yang juga tunanetra dan agak tuli ini tidak bersedia jasad suaminya diotopsi.

“Setelah tadi bertemu, beliau (Euis) meminta langsung dimakamkan saja. Beliau ikhlas, langsung dimakamkan saja,” ucap Endang setelah berdialog dengan Euis di kamar jenazah RSCM.

Berawal dari acara open house yang diadakan Presiden SBY di Istana Negara, Joni dan ribuan warga lainnya mendatangi Istana Negara. Saking banyaknya warga yang antre, desak-desakan pun terjadi. Joni yang terkulai lemah akibat berdesakan, segera dipapah petugas untuk diberikan pertolongan. Namun tak berdaya, Joni pun pingsan dan akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

Ribuan warga berdesakan, mereka saling dorong masuk Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden SBY. Ribuan warga nampaknya khawatir, tak mendapat kesempatan bertemu Presiden SBY.

Nampaknya, bersalaman dengan Presiden bukan satu-satunya alasan warga rela antre lama-lama. Sebelumnya, beredar kabar bahwa akan ada pembagian uang sebesar Rp 300 ribu. “Katanya dapat Rp 300 ribu,” kata Rina, seorang warga yang rela antre sebelum open house dibuka.

Hal yang sama juga dikatakan Ani, warga Tangerang. “Saya dapat kabar katanya dikasih Rp 300 ribu, makanya saya datang,” ujar Ani.

Namun kabar pembagian uang dibantah pihak Istana. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha malah mempertanyakan kabar itu. “Keliru. Tidak ada pembagian duit. Itu kabar yang tidak bertanggung jawab. Dari mana ada kabar itu?” kata Julian yang menyesali informasi sesat itu.

Sebetulnya, kericuhan saat open house bukan kali ini saja terjadi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pernah merasakan imbasnya mengadakan open house. Terlebih, acara silaturahmi itu disisipkan dengan pembagian sedekah, sembako atau apapun namanya.

Demi menghindari terulangnya kejadian serupa, gubernur DKI ini tidak mau ambil resiko. Dan menghentikan kegiatan open house disertai pembagian sedekah mulai tahun ini. “Tertutup untuk masyarakat umum,” ujar Foke begitu sapaan Fauzi Bowo.

Dalam acara tahun lalu itu, Foke menyediakan 6000 paket sembako untuk warga kurang mampu di Jakarta. Gubernur juga menyiapkan angpao Rp 40 ribu untuk setiap warga. Hal itu jelas mengundang antusiasme warga. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan anak-anak pun menyemut di Balai Kota sejak pagi, hingga terjadilah kericuhan.

Itulah beberapa artikel yang bisa dimuat dalam blog saya kali ini, merasa miris pantaskah sebuah nyawa ditukar dengan sebuah acara open house yang notabene merupakan acara yang di peruntukkan bagi mereka yang ingin ikut berbagi keseangan bersama para presiden & para menterinya.

Mudahan kedepannya hal ini tidak terulang lagi dengan pertimbangan dari segi kemanan, ketertiban & kesiapan para panitia open house agar lebih tepat lagi sasaran serta tidak menimbulkan korban jiwa. amin….

Referensi :

– Gambar & Link : http://nasional.vivanews.com/news/read/177060-open-house-lebaran-yang–berdarah-

posting by,

http://zulqarnain.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: