OPEN MIND FOR THE BETTER LIFE

Insya Alloh bermanfaat…

  • Kicauan

  • RSS ARSIP PRIBADI

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Arsip

  • Blog Stats

    • 217,566 hits
  • maping visitor

  • save our future

  • indonesia sekarang

  • bandwidth test

    Test your Internet connection speed at Speedtest.net

  • Top Rank

Nagios On FreeBSD (Dokumentasi seorang Geek)

Posted by zulqarnain pada Juni 29, 2010


Kali ini saya ingin membahas instalasi sebuah aplikasi yang diperuntukan untuk memonitoring sebuah host/client dalam lingkup jaringan, baik yang bersifat internal maupunt eksternal (intranet/internet). Aplikasi ini bernama Nagios walaupun sebenarnya banyak sekali software yang bersifat open source yang bisa dijadikan untuk memonitoring sebuah host/client semisal cacti, MRTG & masih banyak lagi yang tentunya bisa anda searching di paman Google.

Berikut settingan dari Nagios di keluarga UNIX :

1. Pastikan anda download dulu source nya di sini. Setelah itu kita buat permission & create direktori untuk menaruh file nagios di sini saya menaruh nagios source pada direktori /usr/local/src/, tidak harus dalam folder tersebut bisa dimana saja karena kebutuhannya hanya untuk kompilasi saja dan tidak lebih atau spesifik :

# pw groupadd nagios

#pw adduser nagios -g nagios -s /nologin -d /dev/null

#mkdir /usr/local/nagios

#chown -R nagios:nagios /usr/local/nagios

2. Sementara itu kita perlu tau juga user dan group yang menjalankan daemon httpd di server kita. Biasanya sudah ada di dalam file httpd.conf. User dan group yang menjalankan httpd di server saya adalah www. Lalu kita jalankan perintah ini:

# pw groupadd nagshell
# pw groupmod nagshell www
# pw groupmod nagshell nagios

3. Setelah anda berhasil mendownloadnya, jangan lupa untuk mengekstraknya terlebih dahulu.

# cd /usr/local/src

#tar -zxvf nagios-3.2.1.tar.gz

4. Masuk ke dalam folder ekstrak file terbal tersebut.

#cd nagios-3.2.1

5. Lihat folder berikut isi filenya yang akan kita lakukan untuk di kompile. Pastikan semua

# ls -al

6. mulai menginstall /mengkompile hasil ekstrakkan.

#./configure –prefix=/usr/local/nagios –with-cgiurl=/nagios/cgi-bin –with-htmurl=/nagios –with-nagios-user=nagios \ –with-nagios-group=nagios –with-command-group=nagcmd

# make all

# make install clean

7. Jangan lupa untuk mensetup web interface untuk menampilkan Nagios, dengan mengedit file httpd.conf (/usr/local/etc/apache/httpd.conf)  dan tambahkan baris-baris berikut ini:

criptAlias /nagios/cgi-bin /usr/local/nagios/sbin

<Directory “/usr/local/nagios/sbin”>

Options ExecCGI
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all
AuthName “Nagios Access”
AuthType Basic
AuthUserFile /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users
Require valid-user


</Directory>

Alias /nagios /usr/local/nagios/share

<Directory “/usr/local/nagios/share”>

Options None
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all
AuthName “Nagios Access”
AuthType Basic
AuthUserFile /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users
Require valid-user

</Directory>

8. Lalu kita buat authentication-nya supaya akses ke web Nagios terbatas hanya untuk beberapa orang yang memang berhak untuk melihat web tersebut.

# /usr/local/httpd/bin/htpasswd -c /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users sysadmin

Untuk menambahkan user lagi, kita hanya perlu mengetikkan perintah tanpa “-c” seperti ini:

# /usr/local/httpd/bin/htpasswd /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users <user baru>

Tambahkan baris berikut ini ke dalam file cgi.cfg:

use_authentication=1

9. Kembali ke direktori konfigurasi Nagios. Semua file konfigurasi Nagios bisa kita dapatkan di dalam direktori /usr/local/nagios/etc. Di situ terdapat banyak sekali file-file dengan imbuhan .cfg, semua file tersebut digunakan. File konfigurasi Nagios bisa dipecah menjadi file-file yang lebih kecil dengan kelebihan kita akan lebih mudah memanagenya, atau bisa juga kita jadikan menjadi sebuah file yang besar, dengan kelebihan bahwa konfigurasi seperti ini lebih mudah dilakukan untuk pemula, tetapi ketika area monitoring semakin membengkak, file konfigurasi yang besar seperti ini sangat tidak menguntungkan. Tetapi sebagai latihan instalasi Nagios pemula, kita akan menggunakan sebuah file besar, yang akan kita namai sebagai monitor.cfg.

# cp localhost.cfg localhost.cfg-backup

# mv localhost.cfg  monitor.cfg

10. Pertama-tama, supaya Nagios mau diarahkan untuk membaca monitor.cfg, kita harus mengedit file nagios.cfg (file konfigurasi utama Nagios). Berilah tanda “#” di baris direktif dalam file nagios.cfg yang mengarah ke beberapa file dengan ekstensi .cfg sehingga nampak seperti:

#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/contactgroups.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/contacts.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/servicegroups.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/escalations.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/hostgroups.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/hosts.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/services.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/timeperiods.cfg

Lalu tambahkan satu baris direktif untuk membaca file monitor.cfg:

cfg_file=/usr/local/nagios/etc/monitor.cfg
cfg_file=/usr/local/nagios/commands.cfg

11. Mengedit file monitor.cfg . File ini akan dibagi menjadi beberapa bagian:

Time Period Definintion

Bagian ini membagi periode waktu di mana sebuah akan melakukan proses pengecekkan dilakukan, apakah sebuah host akan dicheck selama jam kerja (dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore), ataukah akan dicheck setiap hari nonstop (24 jam sehari, 7 hari seminggu), atau akan dicheck selama hari kerja saja. Semuanya bisa didefinisikan di sini. Secara standar, file monitor.cfg akan mendefinisikan time period seperti berikut:

############################################
# TIMEPERIOD DEFINITIONS
############################################

# ’24×7′ timeperiod definition
define timeperiod{

timeperiod_name non-stop
alias 24 Hours A Day, 7 Days A Week
sunday 00:00-24:00
monday 00:00-24:00
tuesday 00:00-24:00
wednesday 00:00-24:00
thursday 00:00-24:00
friday 00:00-24:00
saturday 00:00-24:00
}

# ‘workhours’ timeperiod definition
define timeperiod{

timeperiod_name working
alias “Normal” Working Hours
monday 09:00-16:00
tuesday 09:00-16:00
wednesday 09:00-16:00
thursday 09:00-16:00
friday 09:00-16:00
}

# ‘nonworkhours’ timeperiod definition
define timeperiod{

timeperiod_name freetime
alias Non-Work Hours
sunday 00:00-24:00
monday 00:00-09:00,17:00-24:00
tuesday 00:00-09:00,17:00-24:00
wednesday 00:00-09:00,17:00-24:00
thursday 00:00-09:00,17:00-24:00
friday 00:00-09:00,17:00-24:00
saturday 00:00-24:00
}

# ‘none’ timeperiod definition
define timeperiod{

timeperiod_name none
alias No Time Is A Good Time
}

Dua definisi di atas akan direfer oleh konfigurasi lain sebagai non-stop, working dan freetime . Untuk selanjutnya, semua definisi yang direfer ke konfigurasi lainnya akan dihuruf bold dan berwarna hijau.

Contact Definition

Bagian ini mendefinisikan contact person yang akan dihubungi via mail system jika sesuatu terjadi.

################################################################################
# CONTACT DEFINITIONS
################################################################################

# ‘nagios’ contact definition
define contact{

contact_name nagios
alias Nagios Admin
service_notification_period non-stop
host_notification_period non-stop
service_notification_options w,u,c,r
host_notification_options d,u,r
service_notification_commands notify-by-email,notify-by-epager
host_notification_commands host-notify-by-email,host-notify-by-epager
email sysadmin@admin.org
pager sysadmin@admin.org
}

# ‘user’ contact definition
define contact{

contact_name user
alias client-nagios
service_notification_period working
host_notification_period working
service_notification_options c,r
host_notification_options d,r
service_notification_commands notify-by-email
host_notification_commands host-notify-by-email
email sysadmin@admin.org
}

Review :
service_notification_period yang ada pada definisi kontak user, adalah direktif untuk menentukan periode notifikasi workhours yang sudah didefinisikan sebelumnya (dalam hal ini adalah dari pukul 9 pagi sampai pukul 4 sore, dari hari Senin sampai dengan Jumat – lihat Time Period Definition). Penjelasan sama juga berlaku untuk definisi kontak Nagios Admin di atasnya. Hal ini untuk memonitoring service pada host-host yang diawasi oleh Nagios (misal HTTP, POP3, SMTP, IMAP, dan lain sebagainya).

host_notification_period sama dengan diatas, hanya saja yang dimonitoring adalah availibility host.

service_notification_options adalah kondisi status service yang akan diberitahukan lewat notifikasi. Pilihannya adalah w untuk warning, u untuk UNKNOWN, r untuk status recovery, f untuk status flapping di mana sebuah service secara terus menerut terdeteksi start dan stop, dan yang terakhir adalah n untuk none yang menyebabkan notifikasi tidak akan dikirimkan. Parameter di atas bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya dengan pemisah koma.
Misal:

service_notification_options w,u,c,r

host_notification_options adalah kondisi status host yang akan diberitahukan lewat notifikasi email. Pilihannya adalah salah satu dari berikut ini atau kombinasinya: d untuk down, u untuk UNREACHABLE, r untuk recovery, f untuk flapping, dan n yaitu none yang akan menyebabkan notifikasi tidak akan dikirim sama sekali.

service_notification_commands adalah media yang digunakan untuk notifikasi (dalam
hal ini email – selain itu bisa via pager maupun sms, yang akan dibahas di lain waktu). Parameter dari option ini bisa kita dapatkan di dalam file misccomands.cfg yang secara default sudah diikutsertakan dalam file konfigurasi standar Nagios. Di dalam contoh ini parameter yang digunakan adalah notify-by-email (silahkan dilihat di file misccommands.cfg).

Dalam konfigurasi kontak ini bisa kita tambahkan sendiri untuk informasi kontaknya. Misalkan kita akan membuat sebuah group contact yang terdiri dari godril dan nagios untuk informasi notifikasi availibilitas switch, sedangkan notifikasi khusus untuk linux server hanya untuk godril, dan notifikasi untuk availibilitas router hanya akan dikirimkan kepada user nagios, maka kita bisa menambahkan berikut ini:

# ‘switch-admins’ contact group definition
define contactgroup{

contactgroup_name switch-admins
alias Etherswitch Administrators
members nagios, user

}

# ‘linux-admins’ contact group definition
define contactgroup{

contactgroup_name linux-admins
alias Linux Administrators
members user

}

# ‘user’ contact group definition
define contactgroup{

contactgroup_name user
alias server
members nagios
}

Untuk implementasinya nanti akan dijelaskan dalam konfigurasi selanjutnya.

Host Definitions

Host definition adalah konfigurasi untuk host-host/device yang akan di monitor, bisa berupa router, switch, printer, server, dan lain sebagainya. Masing-masing device tersebut akan ditentukan periode check, tingkat warningnya, dan nama group contact person, serta jenis monitoring (ping, service dan lain sebagainya) dari konfigurasi ini. Contohnya adalah:

#sample :

# ‘Client1’ host definition
define host{

use generic-host ; Name of host template

host_name client1
alias Router Upstream
address 192.168.0.1
check_command check-host-alive
max_check_attempts 20
check_period non-stop
notification_interval 60
notification_period non-stop
notification_options d,u,r
stalking_options o,d,u
contact_groups gateway
}

# ‘Client2’ host definition
define host{

use generic-host ; Name of host template

host_name client2
alias Desktop PC Kantor
address 192.168.0.2
parents Upstream
check_command check-host-alive
max_check_attempts 20
check_period non-stop
notification_interval 60
notification_period non-stop
notification_options d,u,r
stalking_options o,d,u
contact_groups linux-admins
}

Host Group Definition

Host Group Definition adalah untuk menampilkan monitoring secara group. Misalkan kita membuat group Router yang terdiri dari beberapa host yang sudah didefinisikan dalam Host Definitions yang dalam contoh ini adalah router bernama Upstream, maka kita bisa memasukkannya ke dalam daftar definisi group. Syntax nya adalah:

define hostgroup{

hostgroup_name hostgroup_name
alias alias
members members

}

Contoh:

# ‘Routers’ host group definition
define hostgroup{

hostgroup_name Monitoring
alias Core Routers
members Server

}

Misalkan bila kita memiliki banyak router dengan nama yang sudah didefinisikan di Host Definitions, antara lain Server, Client1, Client2 & Gateway maka kita bisa menjadikannya dalam satu group dengan nama Monitoring dengan cara sebagai berikut:

# ‘Routers’ host group definition – ini hanya comment
define hostgroup{

hostgroup_name Monitoring
alias Main Routers
members Server, Client1, Client2, Gateway

}

Services Definition

Services Definition adalah konfigurasi untuk mendefinisikan service yang menyala pada host, misalkan service http, pop3, smtp, https, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penulisan konfigurasinya akan nampak seperti berikut. Contoh:

# Service definition
define service{

use generic-service

host_name  Server, Client1, Client2, Gateway
service_description PING
is_volatile 0
check_period 24×7
max_check_attempts 3
normal_check_interval 5
retry_check_interval 1
contact_groups unix-admins
notification_interval 240
notification_period 24×7
notification_options c,r
check_command check_ping!100.0,20%!500.0,60%
stalking_options o,w,u,c

}

Keterangan:

use generic-service: kita tinggalkan konfigurasinya tetap seperti ini.

host_name Server, Client1, Client2, Gateway : ini adalah definisi semua host yang service-servicenya akan dicheck dengan konfigurasi ini. Dalam contoh ini adalah Server, Client1, Client2, Gateway . (nama-nama host ini harus sudah didefinisikan di dalam konfigurasi hosts.cfg

service_description adalah nama service yang akan diterapkan pada host yang akan dicheck. Ini bukan merupakan sebuah perintah, melainkan hanya sebuah penamaan saja. Tentu saja kita bisa menamai ping (dengan hurup kecil) jika kita suka, atau kita namai UNTUK_CHECK_PING, tetapi demi kenyamanan mata saja, maka saya menggunakan cukup dengan nama PING, singkat, jelas, dan self explanatory.

is_volatile secara default nilainya adalah 0 (nol).

check_period adalah setting di mana kita bisa menentukan periode check. Tentunya kita masih ingat pada bagian TIMEPERIOD DEFINITIONS di atas kita sudah menentukan time period yang akan digunakan untuk mengeksekusi perintah check. Silahkan dilihat lagi.

max_check_attempts setting ini untuk menentukan maksimal jumlah check untuk menggenerate alert , jika return status dari check ini adalah selain OK. Jika diset ke 1, maka service check ini akan menggenerate alert tanpa melakukan check ulang terlebih dahulu jika return status dari service check ini adalah bukan OK.

normal_check_interval adalah direktif untuk menentukan interval check dari service check ini jika hasil check adalah OK. Atau, jika nilai kembali dari check service ini adalah non OK, maka sudah melewati batas maksimal nilai max_check_attempts. Di dalam contoh ini isi dari variabel ini adalah 5 yang artinya 5 menit (secara default satuannya adalah menit, tetapi bisa dirubah settingnya).

retry_check_interval adalah satuan unit waktu (default dalam menit) untuk melakukan rescheduling check service.

contact_groups adalah group yang sudah didefinisikan dalam GROUPS DEFINITION, yaitu group dari beberapa pihak yang akan dikirim alert jika service check menghasilkan status non OK. Jika terdapat lebih dari satu group, maka nama group akan dipisahkan dengan tanda koma.

notification_interval adalah interval waktu yang dibutuhkan system untuk mengirimkan alert kepada contact group selama status dari service ini adalah non OK.

notification_period adalah periode waktu yang dibutuhkan system untuk mengirimkan alert kepada contact group selama status dari service ini adalah non OK.

notification_period adalah setting untuk menentukan kapan aler akan dikirim ke contact group. Option yang digunakan adalah salah satu atau kombinasi dari berikut ini:

w: notifikasi dikirim pada saat Warning state.
u:notifikasi dikirim pada saat Unknown state.
c: notifikasi dikirim pada saat Critical state.
r: notifikasi dikirim pada saat Recovery/OK state.
f: notifikasi dikirim pada saat kondisi Flapping.
n: tidak ada notifikasi sama sekali yang dikirimkan ke contact group.

check_command adalah perintah yang akan digunakan service check untuk melakukan checking ini. Dalam contoh ini yang digunakan adalah perintah check_ping. Sedangkan perintah lain dapat kita lihat di dalam subdirektori libexec di direktori instalasi Nagios kita masing-masing. Di sana terdapat banyak sekali perintah yang bisa dilibatkan dalam setting service check ini. Dalam contoh ini penggunaanya adalah:

check_command check_ping!100.0,20%!500.0,60%

Jika perintah check_ping kita eksekusi langsung dari console login dengan option “-h”, maka hasilnya akan nampak seperti berikut ini:

# ./check_ping
check_ping: Could not parse arguments
Usage: check_ping -H <host_address> -w <wrta>,<wpl>% -c <crta>,<cpl>%

[-p packets] [-t timeout] [-L] [-4|-6]

Jika dimasukkan ke definisi service check, maka tanda “” akan digantikan dengan tanda “!“, sedangkan spasi diganti dengan tanda “.” (titik), sehingga perintah yang seharusnya:

check_ping -w 100 0,20% -c 500 0,60%

akan menjadi:

check_ping!100.0,20%!500.0,60%

Hal ini juga berlaku dengan command check yang lainnya.

Contoh lain dalam penggunaan service check ini adalah seperti service check untuk HTTP berikut ini:

# Service definition
define service{

use generic-service
host_name Server1, Server2
service_description HTTP
is_volatile 0
check_period non-stop
max_check_attempts 3
normal_check_interval 5
retry_check_interval 1
contact_groups nt-admins
notification_interval 120
notification_period 24×7
notification_options w,u,c,r
check_command check_http
}

Setelah semua setting yang diperlukan sudah oke, kita bisa melakukan test apakah konfigurasi sudah ditulis benar atau tidak dengan perintah:

# /path/to/nagios/bin/nagios -v /path/to/configuration/files/nagios.cfg

Jika mengikuti instalasi di atas tadi, maka letak semua file Nagios akan berada di /usr/local/nagios, sehingga perintahnya menjadi:

# /usr/local/nagios/bin/nagios -v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

Dengan perintah ini Nagios akan secara otomatis menemukan error dalam file-file konfugurasi. Semua pesan error tersebut biasanya sudah self-explanatory. Berikut ini adalah contoh output dari perintah di atas jika kita masih ada kesalahan dalam konfigurasi:

# /usr/local/nagios/bin/nagios -v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

Nagios 3.2.1
Copyright (c) 1999-2006 Ethan Galstad (http://www.nagios.org)
Last Modified: 02-04-2010
License: GPL

Reading configuration data…

Error: Could not find a service matching host name ‘Net2Cyber’ and description ‘HTTP’
Error: Could not expand member services specified in servicegroup (config file ‘/usr/local/nagios/etc/servicegroups.cfg’, starting on line 5)

***> One or more problems was encountered while processing the config files…

Check your configuration file(s) to ensure that they contain valid
directives and data defintions. If you are upgrading from a previous
version of Nagios, you should be aware that some variables/definitions
may have been removed or modified in this version. Make sure to read
the HTML documentation regarding the config files, as well as the
‘Whats New’ section to find out what has changed.

Dalam contoh di atas, Nagios tidak berhasil menemukan service check dengan nama HTTP di dalam konfigurasinya (/usr/local/nagios/etc/servicegroups.cfg). Ini dikarenakan service check HTTP belum atau salah dikonfigurasikan dalam bagian Service Definition, sehingga kita perlu mengkoreksi konfigurasi yang Service Definition di bawah ini:

# Service definition
define service{

use generic-service ; Name of service template to use

host_name Net2Cyber
service_description HTTPS
is_volatile 0
check_period non-stop
max_check_attempts 3
normal_check_interval 2
retry_check_interval 1
contact_groups unix-admins
notification_interval 240
notification_period non-stop
notification_options w,u,c,r
check_command check_http
stalking_options o,w,u,c

}

menjadi seperti ini:

# Service definition
define service{

use generic-service ; Name of service template to use

host_name Net2Cyber
service_description HTTP
is_volatile 0
check_period 24×7
max_check_attempts 3
normal_check_interval 2
retry_check_interval 1
contact_groups unix-admins
notification_interval 240
notification_period 24×7
notification_options w,u,c,r
check_command check_http
stalking_options o,w,u,c

}

Dan setelah itu kita lakukan check ulang dengan perintah:

/usr/local/nagios/bin/nagios -v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

dan jika konfigurasi benar semua, maka outputnya adalah seperti ini:

Nagios 3.2.1
Copyright (c) 1999-2006 Ethan Galstad (http://www.nagios.org)
Last Modified: 02-04-2010
License: GPL

Reading configuration data…

Running pre-flight check on configuration data…

Checking services…
Checked 48 services.
Checking hosts…
Checked 227 hosts.
Checking host groups…
Checked 6 host groups.
Checking service groups…
Checked 5 service groups.
Checking contacts…
Checked 2 contacts.
Checking contact groups…
Checked 3 contact groups.
Checking service escalations…
Checked 0 service escalations.
Checking service dependencies…
Checked 0 service dependencies.
Checking host escalations…
Checked 0 host escalations.
Checking host dependencies…
Checked 0 host dependencies.
Checking commands…
Checked 21 commands.
Checking time periods…
Checked 4 time periods.
Checking extended host info definitions…
Checked 27 extended host info definitions.
Checking extended service info definitions…
Checked 0 extended service info definitions.
Checking for circular paths between hosts…
Checking for circular host and service dependencies…
Checking global event handlers…
Checking obsessive compulsive processor commands…
Checking misc settings…

Total Warnings: 0
Total Errors: 0

Things look okay – No serious problems were detected during the pre-flight check

Baru setelah itu kita jalankan Nagios:

# /usr/local/nagios/bin/nagios -c  /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg &

Kita juga bisa tambahkan perintah tersebut ke dalam file start up kita. Jika menggunakan Linux CentOS/RedHat/Fedora, tambahkan pada file /etc/rc.d/rc.local, atau jika di FreeBSD/OpenBSD bisa kita tambahkan di /etc/rc.local

Setelah semua sudah, silahkan di browser via browser vaforit anda seperti di bawah ini :


 

 

http://zulqarnain.web.id

14 Tanggapan to “Nagios On FreeBSD (Dokumentasi seorang Geek)”

  1. madhy said

    seeppp…seppp…semangat wal…
    gak jauh beda koq klo diinstall n dikonfigurasi di RedHat…

  2. rasyid said

    mas kelebihan nagios apa dibanding yang lain? apakah servis http dan ftp bisa dimonitoring dengan baik?

    • zulqarnain said

      silahkan di baca di mari gan untuk lebih jelasnya :

  3. rasyid said

    terimakasih pak zul..😀

  4. rasyid said

    sy juga masih muda mas … hehehe… masih mahasiswa…😀

  5. wah artikelnya sangat informatif..🙂
    saya sedang mengerjakan tugas akhir yg menggunakan nagios, nah saya mau tanya nih, kenapa ya perubahan status yg host pada saat nagios melakukan monitoring delaynya agak lama ?
    jadi pertama host/service nya dalam keadaan OK, kemudian saat terjadi problem statusnya mjd warning atau critical. nah setelah problem selesai dperbaiki ternyata butuh waktu yg lumayan lama juga nagios mengembalikan status host/service tersebut menjadi OK lagi..
    apa ya penyebabnya ?
    mohon penjelasannya..
    trimakasih..🙂

    • zulqarnain said

      terima kasih atas apresiasinya mbak Dwi, mohon maaf baru di balas. Simple aza sebenarnya kita memonitoring host menggunakan port atau protokol apa di situ khan banyak pilihannya ex. SSH (22), HTTP (80/8080), TELNET (21), ICMP & …, tergantung mana yang mau di jadikan acuan dalam memonitoring dan seberapa banyak host yang akan kita monitoring tergantung dari kebutuhan. Untuk delay tersebut sebenarnya dipengaruhi ketika services pada host yang dimonitor mulai up dan beban traffic pada network kita stabil serta ada beberapa parameter yang perlu di setting seperti pada ICMP ada beberapa acauan seberapa cepat dia akan memutuskan koneksi itu disebut live atau tidak. Mungkin bisa di baca-baca lagi untuk isi pada file command.cfg

      Cheers ^_^

  6. mgun7 said

    mantab om.., thx buat pencerahannya.. kpn2 main ke kitashare.wordpress.com🙂

  7. kalo dijalankan pada Debian 6 ada perbedaan ga ya? newbie numpang nanya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: